Mau mau mau!

30/05/2009 oleh rudy tjandra

Baru baca sekilas tentang Ezra sih dari NLT Study Bible. Ini kata yang pernah gue kagumi, “Scriber” dan hari ini kata itu jelas terlihat pada diri Ezra yang Scribe. Seinget gue Scriber dalam perjanjian lama itu adalah orang yang pekerjaannya menyalin ulang kitab taurat. Kalau sekarang mungkin mesin fotokopi yah. kagum banget ngga sih?! Seorang yang menyalin ulang kitab taurat lama-kelamaan akan hapal isi kitab itu donk?

Nah inilah yang membuat gue pengen menjadi Ezra. bukan dalam hal menyalin ulang kitab taurat, tapi menggali isi alkitab lebih lagi. Selain itu juga bergejolak perasaan ingin menjadi Musa yang membawa israel keluar dari tanah mesir, menjadi seorang nabi seperti Elisa, meminta 2 roh seperti Elia (sudah dilakukan.wkkk), Hiskia dan Yosia yang adalah King of Religious Reform buat israel, Ayub yang dapet berkat lagi setelah dicobai iblis.

Serakah yaph?! Memang. Tapi ini untuk persiapan gue untuk menempuh hidup yang, gue yakin, tidak akan sama dengan orang lain. Hidup yang besar untuk membesarkan nama Tuhan. Terlalu rohani? Papa gue baru bertanya hal itu dan mungkin memang itu kenapa gue diciptakan. Gue yakin banget jalan yang selalu ada dipikiran gue ini. Yaph. Gue yakin.

GtG (Glory to God)

Kita mah beda!

12/05/2009 oleh rudy tjandra

Mungkin inilah salah satu arti dari tubuh kita ini adalah Bait Allah, karena kita dibuat sedemikian rupa dengan segala kehebatan Tuhan. seperti yang salomo lakukan saat dia hendak mendirikan rumah Allah

2 Tawarikh 2: 5 “Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah.”

Saat membaca ayat ini, saya merasakan sebuah semangat yang bergelora untuk membuat rumah tersebut. dengan dibantu oleh banyak orang dalam membangun rumah Tuhan ini, mulai dari orang-orang israel sendiri hingga Huram, Raja Tirus. Bayangkan saja, sebuah rumah yang sangat amat megah dimana emas sudah tidak ada harganya lagi, karena sejauh meta memandang terlihat emas yang berkilau. Kalau melihat rumah itu mungkin bisa terkecoh dengan surga mungkin. Tapi hal yang terlebih itu adalah kemuliaan Tuhan ada di Bait Allah itu.

2 Tawarikh 7: 2 “Para imam tidak dapat memasuki rumah TUHAN itu, karena kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.”

Melihat kata ‘emas sudah tidak ada harga’ saja sudah mencengangkan, apa lagi ditambah Tuhan yang Maha besar itu bertakhta? makin dahsyat dah itu rumah, bener tidak? itu juga terjadi pada diri kita, orang percaya. kita ini adalah rumah Allah yang dibentuk sedemikian rupa megahnya dan Tuhan seharusnya sudah bertakhta dalam hidup kita. Saat kita dipilih untuk percaya, Tuhan langsung menguduskan diri kita dari dosa dan selamanya Dia tinggal di dalam ktia.

2 Tawarikh 7: 16 “Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.”

Bangga tidak sih kalau kita ini dipilih dari sekian banyak orang dimuka bumi? nah karena kita sudah dipilih maka sudah sepantasnya kita bertanggung jawab atasnya. pastinya kita akan melakukan dengan sebaik mungkin tanggung jawab yang presiden berikan kepada kita donk? maka dari itu kita harus menjaga rumah Allah ini [diri kita] agar tetap kudus, sebagai pertanggung jawaban kita atas keselamatan yang Tuhan berikan.

Pernah lihat tidak sebuah gereja yang jadi bioskop film porno? atau jadi gereja remang-remang? atau isi khotbahnya pake kata-kata kasar dan atau porno? tidak donk? kalau pernah pasti ada yang salah dengan gereja tersebut.

Seperti itulah kita seharusnya, kudus, sehingga kemuliaan Tuhan memenuhi setiap perbuatan, ucapan, pikiran, dan hati kita.

Mari teman-teman, mungkin ada dari kita yang masih nonton film porno, ngerokok, atau ngomong kasar, kita mohon ampun sama Tuhan dan kembali lagi pada kekudusan-Nya. mari kita bersama dipenuhi oleh kemuliaan-Nya dan terpancar dalam hidup kita.

Ingat selalu kita ini adalah rumah Allah, yang megah dibangun oleh-Nya dan jaga selalu kemegahan itu seumur hidup kita agar kemuliaan-Nya nampak dalam kita.

Kita mah beda!