Yap kembali lagi dengan Rudy di sini yang sudah satu bulan lebih tidak menulis dalam blognyaaa..
Beberapa waktu lau, saya punya banyak pergumulan yang menguras akal budi, asa, keimanan, kepercayaan, dan pengharapan. Sungguh capai melewati itu semua. dan sekarang saya mau bangkit lagi untuk mengerjakan hal yang ada di depan saya. masih perlu untuk melakukan beberapa perbincangan, tapi saya mau memulainya dengan menyerahkan semuanya kepada Khalikku, yang akan selalu saya cinta. Angan-angan saya supaya pernyataan ini tidak berlalu begitu saja bagai kentut yang berlalu ^^v tapi saudara-saudaraku yang melihat tulisan saya ini dapat membantu saya mengingatnya selalu.
Sebelumnya saya mengharapkan kemakluman saudara sekalian yang membaca tulisan ini, karena tata bahasa/kata yang saya gunakan cukup baku. Ini untuk menghormati bahasa Indonesia yang harus saya pegang erat agar identitas saya sebagai Bangsa Indonesia tidak hilan terbawa arus zaman yang semakin mutakhir.
Sudah barang pasti tidak secara tiba-tiba saya berusaha bangkit dari keterpurukan rohani dan jasmani, pastinya atas berkat dan rahmat Sang Khalik langit dan bumi yang menggerakan saya untuk membaca buku yang bertajuk “Demi Allah dan demi Indonesia” karangan Samuel Tumanggor yang saya pinjam dari saudaraku yang terkasih, Ona Wijaya ^^v Beliau memberkati saya dengan karyanya yang indah nan menegur saya untuk menghancurkan ekslusifisme pemisah saya dengan Bangsa Indonesia, yang dimana saya berada sekarang ini. Tanpa disadari bahwa para pendahulu nasrani saya di Indonesia yang sudah melakukan kontribusinya demi Allah kita dan demi Indonesia kita bersama. Kalimat yang saya tanggapi adalah kalimat yang menyatakan karunia yang diberikan kepada setiap kita, sebagai Bangsa Indonesia, empunya maksud tertentu aga Idnonesia dapat dipulihkan dan dapat bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang benar-benar merdeka secara jasmani dan rohani.
Maka dari pada itu saya menyuarakan seruan supaya setiap kita yang telah lahir kembali dengan pandangan yang baru mengenai Kekhalikan Allah dan memiliki panggilan tertentu yang olehNya Engkau diberi, untuk mengusahakannya sebagai pertanggungjawaban kita akan keselamatan yang
telah Dia berikan kepada saudara semuanya. Mari bersama kita bekerja sama untuk membangkitkan Indonesia, dengan pertolongan Sang Khalik, agar lebih banyak lagi saudara kita yang mendapat karunia keselamatan.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Khalikku, Isa Almasih, anganku agar Engkau semakin dimuliakan di Negeriku Indonesia dan semakin banyak saudarku yang rela memberikan hidupnya demi Engkau dan demi Indonesia; kepada Samuel Tumanggor, Sang Pekarya buku “Demi Allah dan Demi Indonesia”, anganku agar engkau lebih diberkati oleh Sang Khalik untuk memberkati saudara-saudaraku yang lain dan lebih memuliakan Dia yang ada si surga; dan terakhir kepada Ona Wijaya yang telah meminjamkan buku ini , anganku agar dikau tetap bersemangat dalam kehidupanmu yang akan selalu di dalam hadiratNya ^^v
Salam.